Pemanfaatan Produk Lebah Madu sebagai Terapi Komplementer dalam Pengelolaan Penyakit Metabolik
DOI:
https://doi.org/10.57207/x2syxx63Abstract
Penyakit metabolik seperti diabetes melitus, obesitas dan dislipidemia merupakan penyebab utama morbiditas global yang berkaitan dengan stres oksidatif dan inflamasi kronis. Produk lebah madu, termasuk madu, propolis, dan bee pollen, diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai terapi komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi produk lebah madu dalam pengelolaan penyakit metabolik berdasarkan sintesis data penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap artikel ilmiah periode 2015–2025 dari database nasional dan internasional.
Hasil menunjukkan bahwa madu memiliki aktivitas antioksidan tinggi dengan kemampuan inhibisi enzim α-glukosidase hingga >90%, sedangkan propolis menunjukkan efek antidiabetes melalui peningkatan sensitivitas insulin dan penurunan inflamasi. Bee pollen berperan sebagai sumber nutrisi bioaktif dengan lebih dari 250 senyawa fungsional. Kombinasi produk lebah menunjukkan efek sinergis dalam menurunkan stres oksidatif dan memperbaiki metabolisme glukosa serta lipid. Dengan demikian, produk lebah madu berpotensi sebagai terapi komplementer dalam pengelolaan penyakit metabolik, meskipun masih diperlukan validasi melalui uji klinis pada manusia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Joice J.I. Rompas, Merry Rotinsulu, Siane Rimbing (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya di Jurnal Lentera Farma menyetujui ketentuan berikut: Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.






