Teknik Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Authors

  • Sofia Wantasen Sam Ratulangi University Author
  • Adeleyda M. W. Lumingkewas Universitas Sam Ratulangi Author
  • Eka P. Manalu Universitas Sam Ratulangi Author
  • Popo Fauza Gultom Universitas Sam Ratulangi Author
  • Fransiska Mitra.B.K Zebua Universitas Sam Ratulangi Author

DOI:

https://doi.org/10.57207/v4n03h13

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu lingkungan yang mendesak, terutama akibat meningkatnya volume timbulan sampah organik yang belum diolah secara optimal. Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan. Pemanfaatan bioaktivator alami menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan dibandingkan bioaktivator komersial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Lesah Rende Kecamatan Tagulandang dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. Tahapan kegiatan mencakup : persiapan, sosialisasi, diskusi, demonstrasi dan praktek. Kegiatan dilakukan di pada bulan September-Oktober 2025. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil membuat pupuk kompos dari sumber sampah rumah tangga dengan menggunakan kombinasi bioaktivator alami MOL Bonggol Pisang Goroho.  Lamanya kompos terbentuk 20 hari, pada dosis 90 mL MOL Bonggol Pisang.  Hal ini menunjukkan bahwa bioaktivator alami dapat menjadi alternatif efektif dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus mendukung praktek pertanian organik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Teknik Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. (2025). Jurnal Lentera: Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 6(2), 101-105. https://doi.org/10.57207/v4n03h13