Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Peserta Didik Putri di SMA Negeri 1 Manado

Authors

  • Yossi Dea Avriline Universitas Sam Ratulangi Author
  • Hilman Adam Universitas Sam Ratulangi Author
  • Chreisye K. F Mandagi Universitas Sam Ratulangi Author

DOI:

https://doi.org/10.57207/zxvkqy15

Keywords:

Tingkat Stres, Dismenore, Remaja Putri, Nyeri Menstruasi, Kesehatan Reproduksi

Abstract

Dismenore merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Prevalensi dismenore tergolong tinggi pada kelompok remaja dan dewasa muda, bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 90%. Selain faktor biologis, faktor psikologis seperti stres diduga berperan dalam meningkatkan keparahan nyeri menstruasi melalui mekanisme ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada peserta didik putri di SMA Negeri 1 Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X yang telah mengalami menstruasi sebanyak 284 orang, dengan sampel sebanyak 82 responden. Pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan derajat dismenore diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang (64,6%), diikuti stres tinggi (32,9%) dan stres rendah (2,4%). Pada variabel dismenore, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (51,2%), nyeri berat (23,2%), nyeri ringan (20,7%), dan tidak nyeri (4,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore (p-value = 0,000; r = 0,538), yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dengan arah positif, sehingga semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi tingkat nyeri dismenore yang dialami responden.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardianti, A. D. R., & Suprihhartini. (2024). Hubungan stres dengan dismenore primer pada mahasiswi. Jurnal Kedokteran Universitas Islam As-Syafi’iyah. Available at: https://jurnal.fkuniisa.ac.id/index.php/MA/article/view/204.

Chen, C. X., Draucker, C. B., & Carpenter, J. S. (2022). What women say about their dysmenorrhea: A qualitative thematic analysis. BMC Women's Health. Available at: https://doi.org/10.1186/s12905-022-01700-7.

Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385–396. Available at: https://doi.org/10.2307/2136404. DOI: https://doi.org/10.2307/2136404

Dwiasrini, F., Sari, N., & Putri, A. (2023). Aktivitas fisik, stres, dan kejadian dismenore pada remaja. Jurnal SENTRI: Riset Ilmiah, 2(3). Available at: https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/743. DOI: https://doi.org/10.55681/sentri.v2i4.743

Elvariani, E., dkk. (2023). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Community Mental Health Journal (CMHP). Available at: https://cmhp.lenterakaji.org/index.php/cmhp/article/view/95.

Gambadauro, P., et al. (2025). Dysmenorrhea and adolescent mental health. BJOG, 132(9), 1278–1284. Available at: https://doi.org/10.1111/1471-0528.18187. DOI: https://doi.org/10.1111/1471-0528.18187

Herien, Y. (2024). Mengenal Dismenorea. Jawa Tengah: Eureka Medika Aksara.

Ju, H., Jones, M., & Mishra, G. (2020). The prevalence and risk factors of dysmenorrhea. Epidemiologic Reviews, 42(1), 167–180. Available at: https://doi.org/10.1093/epirev/mxaa001. DOI: https://doi.org/10.1093/epirev/mxaa001

Liu, Y., Zhang, N., Bao, G., Huang, Y., Ji, B., Wu, Y., & Li, G. (2021). Predictors of depressive symptoms in college students: A systematic review. Frontiers in Psychology, 12, 1–10. Available at: https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.691123.

Manery, D. E., Zuneldi, T., Embisa, Y. A., Ukratalo, A. M., & Pattimura, N. (2024). Gambaran tingkat stres akademik pada mahasiswa keperawatan STIKES Pasapua Ambon tahun 2024. Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2(3), 193–206. Available at: https://doi.org/10.59680/anestesi.v2i3.1228. DOI: https://doi.org/10.59680/anestesi.v2i3.1228

Maulidah, R., Nurdin, A., Hartoko, A. R., Helvian, A. F., & Alwi, Z. (2025). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada siswi SMA/MA di Makassar. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical Journal), 9(1), 25. Available at: https://doi.org/10.24252/alami.v9i1.50203. DOI: https://doi.org/10.24252/alami.v9i1.50203

Pascoe, M. C., Hetrick, S. E., & Parker, A. G. (2020). The impact of stress on students in secondary school and higher education. International Journal of Adolescence and Youth. Available at: https://doi.org/10.1080/02673843.2019.1596823. DOI: https://doi.org/10.1080/02673843.2019.1596823

Pratama, M. K., Wiriansya, E. P., Azis, U., Syamsuddin, S., & Dahlia. (2024). Gambaran tingkat stres mahasiswa program profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1).

Putri, P., Mediarti, D., & Noprika, D. (2021). Hubungan tingkat stres terhadap kejadian dismenore pada remaja putri. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, 1(2), 106. Available at: http://doc-pak.undip.ac.id/12690/1/Modul_Anemia.pdf. DOI: https://doi.org/10.36086/jkm.v1i1.989

Restila, R., Sari, K. D., Pratiwi, N., Chiara, A. D., Melinda, S. V., Aleem, S. Z., & Khalifah, Z. N. (2025). Prevalence and related risk of primary dysmenorrhea among students in boarding school: A descriptive study. Jurnal Ilmu Kedokteran. Available at: https://doi.org/10.26891/JIK. DOI: https://doi.org/10.26891/JIK.v19i2.2025.147-153

Rumahorbo, D. B., Lamtiar, R. R., & Roderthani, I. L. (2022). Hubungan stres terhadap dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan. Nommensen Journal of Medicine (NJM).

Rumineim. (2021). Konsep Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman. Samarinda: Universitas Mulawarman.

Sauma, E. (2025). Manajemen Stres, Gaya Hidup, dan Kesehatan Reproduksi. Purbalingga: Eureka Media Aksara.

Shintya, L. A., & Tandungan, S. T. (2025). Hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(3), 4. Available at: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i3.922. DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i3.922

Situmorang, H., Sutanto, L. R., Tjoa, K., Rivaldo, R., & Adrian, M. (2024). Prevalence and risk factors of primary dysmenorrhea among medical students: A cross-sectional survey in Indonesia. BMJ Open, 8. Available at: https://doi.org/10.1136/bmjopen-2024-086052. DOI: https://doi.org/10.1136/bmjopen-2024-086052

Swandari, A., Putri, F., Abdullah, K., Romadhona, F. N., & Gernawati, I. (2022). Intervensi Fisioterapi pada Kasus Dismenore. Surabaya: UM Publishing.

Triwahyuningsih, R. Y., Rahfiludin, M. Z., Sulistiyani, S., & Widjanarko, B. (2024). Peran stres dan aktivitas fisik terhadap dismenore primer: Sebuah studi potong lintang. Narra J, 4(1), e685. Available at: https://doi.org/10.52225/narra.v4i1.685. DOI: https://doi.org/10.52225/narra.v4i1.685

Wang, L., Wang, X., Wang, W., & Chen, Y. (2022). Psychological stress and menstrual disorders in adolescents: A cross-sectional study. BMC Women's Health. Available at: https://doi.org/10.1186/s12905-022-01678-2.

Wondmagegn, H., Nigusu, K., Bezieie, H. E., Atlaw, B. W., Andarge, B. D., Degualem, S. M., & Mesheisha, T. A. (2026). Primary dysmenorrhea and associated factors among adolescent girls in Jinka town, Southern Ethiopia, 2024. Scientific Reports. Available at: https://doi.org/10.1038/s41598-026-41090-5. DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-026-41090-5

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Peserta Didik Putri di SMA Negeri 1 Manado. (2026). Jurnal Lentera: Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 7(1), 55-61. https://doi.org/10.57207/zxvkqy15